Halaman

Kajian Umum Agama Budha

Secara umum kajian tentang agama terbagi menjadi dua bagian, yaitu secara teologis dan secara sosiologis. Kajian agama dalam corak teologis berangkat dari adanya klaim tentang kebenaran mutlak suatu agama. Doktrin-doktrin agama yang diyakini dari Tuhan, kebenarannya juga diakui berada di luar jangkauan kemampuan berfikir manusia sehingga ia menjadi semata-mata ajaran yang harus diimani saja. Berbeda dengan dimensi teologis, dimensi dimensi sosiologis melihat agama sebagai salah satu



intitusi sosial, sebagai subsistem dari sistem sosial yang mempunyai fungsi sosial tertentu , semisal sebagai salah satu pranata sosial, intitusi sosial. Karena posisinya sebagai subsistem, maka eksistensi dan peran agama dalam suatu masyarakat tak ubahnya dengan posisi dan peran subsistem yang lain (seprti subsistem ekonomi, politik, kebudayaan, dan lain-lain) yang mendukung eksistensi dari suatu masyarakat. Dalam kajian sosiologis agama tidak dilihat tentang apa dan bagaimana isi ajaran dan doktrin keyakinanya tetapi dilihat bagaimana ajaran dan doktrin agama tersebut dilakukan dan diwujudkan dalam perilaku penganut agama tersebut. Agama Budha sebagai agama resmi dari lima agama resmi di Indonesia yang merupakan intitusi sosial, sangat menarik untuk di kaji secara sosiologis untuk mengetahui bagaimana ajaran Budha dapat diterapkan dengan perilaku penganut agama Budha dalam kehidupan sosial dalam masyarakat.

0 CommentS:

Poskan Komentar

Terima kasih atas Komentarnya ya..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari

Memuat...
Diberdayakan oleh Blogger.

Twitter

Pengikut

Statistik