Halaman

GAMBARAN PERILAKU PEROKOK REMAJA PUTERI

Banyak pengetahuan tentang bahaya merokok dan kerugian yang ditimbulkan oleh tingkah laku merokok, namun tingkah laku ini tetap saja di lakukan. Lebih–lebih yang paling memprihatinkan adalah tingkah laku merokok tersebut dilakukan oleh anak remaja putri (pra-pubertas) yang harusnya belum boleh mengkonsumsi dan menggunakan rokok. Apakah hal ini dikarenakan begitu besarnya pengaruh akibat positif yang di dapat dari tingkah laku merokok, sehingga para anak pra-pubertas tertarik untuk mengonsumsi dan menggunakan rokok sehinga menjadi perokok anak.

Rokok adalah salah satu produk terlaris di dunia. Rokok memiliki sangat banyak pembeli yang loyal serta memiliki arus perdagangan yang berkembang pesat. Rokok juga satu-satunya produk (legal) yang bila di gunakan sesuai dengan tujuanya akan membuat kebanyakan pemakainya kecanduan. Hasil penelitian di berbagai daerah menunjukkan bahwa jumlah perokok pria di Indonesia 18,8%-54%.



Dan remaja di Indonesia mulai merokok pada usia  yang sangat muda, hasil penelitian di beberapa tempat menunjukkan bahwa remaja mulai merokok pada usia 5-12 tahun, 5-18 tahun, 10-12 tahun, 10- 14 tahun, 8-10 tahun, 15-20 tahun, dengan presentasi terbesar pada usia 14 tahun, yaitu pada anak Pra-pubertas yaitu anak pada piriode pueral (Pra-pubertas), antara usia 10-12 tahun dan 12-14 tahun. Dan fenomena para perokok anak ini yang menjadikan peneliti untuk mengadakan penelitian. Secara psikologi anak pra-pubertas ini tidak mau di anggap anak-anak lagi atau anak kecil, namun belum bisa meninggalkan pola kekanak-kanakannya. Ciri yang paling menonjol pada usia ini adalah rasa harga diri yang makin kuat. Kartono, 1990).

Alasan remaja merokok di Indonesia bervariasi. Mereka merokok untuk pergaulan dan persahabatan, coba-coba, mengurangi tekanan/stress, mengimitasi perilaku orang tua, menimbulkan perasaan dewasa, dan perasaan gaya. Mereka berpendapat merokok merupakan perilaku yang wajar atau hal umum di kalangan remaja, meskipun merokok itu adalah kebiasaan buruk.

Banyak sekali bahaya yang di timbulkan rokok, terutama pada perokok anak yang semestinya belum di perbolehkan untuk mengonsumsi rokok. Bahaya rokok itu antara lain adalah penyakit-penyakit yang di timbulkan akibat rokok yakni paru-paru adalah penyakit yang paling banyak di dapati pada perokok, penyakit jantung merupakan resiko lebih besar pada perokok dan masih banyak lagi penyakit yang berbahaya lainya yang dapat di timbulkan akibat rokok.

Di kota-kota besar seperti surabaya, jakarta, yogyakarta dll. dengan pergaulan remaja yang cenderung di pengaruhi oleh kehidupan modernisasi, tentu banyak kita temukan pereilaku-perilaku minyimpang yang di lakukan oleh para remaja kota ini. Diantara perilaku menyimpang itu adalah perilaku para perokok anak yaitu anak pra-pubertas yang sudah menggunakan rokok pada usia yang relative masih muda. Banyak kita temukan di pinggir-pinggir jalan, di tempat-tempat umum sekumpulan anak atau beberapa anak pra-pubertas merokok layaknya orang dewasa, kebanyakan dari mereka masih duduk di bangku sekolah yaitu sebagai pelajar.
Fenomena di atas sangatlah menarik untuk di kaji. penulis mencoba melakukan kajian tentang perilaku perokok anak pada anak remaja putri.

0 CommentS:

Poskan Komentar

Terima kasih atas Komentarnya ya..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari

Memuat...
Diberdayakan oleh Blogger.

Twitter

Pengikut

Statistik